Selasa, 06 Mei 2014

ini tentang "BUMI"



untuk kalian para penikmat novel fantasi, buku ini sangat saya rekomendasikan.
postingan saya ini bukan resensi. mungkin sinopsis. tapi sinopsis pun tak ada yang sepanjang ini. yang jelas saya ingin menceritakan kembali novel -yang menurut saya menakjubkan- ini. lebih tepatnya, saya tak ingin kehilangan tiap detail momen menarik dari buku ini. itu saja..  

                                     Judul                     : Bumi (Buku Pertama dari Serial "BUMI")
                                     Pengarang             : Tere Liye
                                     Tahun Terbit          : 2014
                                     Penerbit                 : PT. Gramedia Pustaka Utama
                                     Tebal                     : 440 Halaman

“Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.”

Namanya Raib, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Ra –begitu dia biasa dipanggil- adalah anak tunggal, perempuan, dengan rambut panjang hitam dan lurus, tak ada yang istimewa dengannya, Ra sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang ia simpan sendiri sejak usianya 22 bulan. Saat ia bermain petak umpet –pemainan hebat pertama yang pernah Ra mainkan dengan penuh antusias- bersama orangtuanya. Kalian pernah melihat anak kecil usia dua tahun mencoba bersembunyi? Kebanyakan mereka hanya berdiri di pojok kamar, atau di samping sofa, atau di belakang meja, lantas menutupi wajah dengan kedua telapak tangan. Mereka merasa itu sudah cukup sempurna untuk bersembunyi. Kalau sudah menutupi wajah, gelap, sudah tersembunyi semua, padahal tubuh mereka amat terlihat. Itu pula yang dilakukan Ra. Namun, saat Ra sembunyi, orangtua Ra tak pernah berhasil menemukannya. Ya, karena Ra bisa menghilang, dalam artian benar-benar menghilang. Ra tinggal menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, berniat bersembunyi, maka seketika seluruh tubuhnya tak terlihat. Lenyap. Saat itu, Ra sungguh tak menyadari munculnya kekuatan itu. Dan hingga usianya 15 tahun, Ra belum juga bisa mengerti.
Kekuatan Ra mulai disadari oleh Ali, teman satu kelas Ra yang terkenal sekali suka mencari masalah, pemalas, dan kemeja seragamnya selalu berantakan. Saat itu Ra dan Ali sedang dihukum Miss Keriting, menunggu di lorong sekolah selama pelajaran berlangsung karena mereka tak mengerjakan PR matematika. Ra memutuskan tak ingin menghabiskan dua jam masa hukumannya bersama Ali, Ra menghilang, menutup wajahnya dengan telapak tangan. Hingga tiba-tiba, Ra dikagetkan oleh suara dingin yang menyapanya. Sosok tinggi kurus itu entah dari mana datangnya telah berdiri di depannya. Demi melihat sosok itu, Ra kaget, hilang keseimbangan, reflek berpegangan pada dinding kelas. Saat telapak tangannya terlepas, tubuh Ra otomatis terlihat. Kejadiaan itu cepat sekali. Saat Ra ingin memastikan siapa yang menyapanya, sosok tinggi kurus itu telah lenyap, menyisakan wajah Ra yang pucat. Dan Ra baru menyadari bahwa saat itu juga Ali berdiri pucat dibelakangnya.
Ra punya kucing kembar. Namanya si Putih dan si Hitam. Dalam kardus berwarna pink, kucing itu ada tiba-tiba di depan pintu rumah Ra saat ulangtahunnya yang kesembilan. Namun tanpa disadari, hanya Ra yang bisa melihat si Hitam. Mama dan Papa Ra mengira bahwa selama ini Ra hanya memiliki satu kucing yang dinamai si Putih atau si Hitam –karena memang warnanya yang belang hitam-putih-, bukan dua kucing yang masing-masing bernama si Putih dan si Hitam. Suatu ketika, Ra ‘kehilangan’ si Hitam selama berhari-hari. Hingga di suatu malam saat Ra bercermin, ada si Hitam di cermin, tidur di dekat si Putih. Ra reflek menoleh ke atas ranjang. Tidak ada. Hanya ada si Putih disana.
Momen ganjil kembali terjadi. Keesokan harinya, Miss Selena –alias Miss Keriting- datang berkunjung ke rumah Ra, hanya untuk mengantarkan buku PR matematikanya. Ra menatap Miss Keriting dengan bingung demi mendengar kalimat terakhir Miss Keriting yang begitu misterius, “Apapun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat yang hilang. Kamu akan memperoleh semua jawaban. Masa lalu, hari ini, juga masa depan.” Bukan hanya itu, kedatangan Ali ke rumah Ra juga menjadi momen ganjil berikutnya. Ali datang tanpa diundang saat Ra belajar bersama Seli, teman sepermainan Ra disekolah. Si biang kerok itu berbeda sekali, ia bersopan santun sempurna pada Mama Ra, berkemeja lengan panjang, bercelana kain, berikat pinggang, bersepatu, bahkan rambutnya disisir rapi. Ra dan Seli mematung demi melihat keajaiban Ali.
Suatu malam, Ra geregetan pada jerawat besar yang ada di dahinya. Ia menatap cermin dengan kesal. Sempat terpikir untuk membuat jerawat itu menghilang seperti saat Ra membuat tubuhnya menghilang. Ra sempurna mengarahkan telunjuknya ke jerawat dan bergumam “Menghilanglah”. Dan, jerawat itu sungguhan hilang. Ra hampir bersorak senang sebelum suara dingin itu –lagi- menghentikannya. Sosok tinggi kurus itu muncul lagi, di dalam cermin. Hanya di dalam cermin.
Sosok tinggi kurus itu sekali lagi menakutkan Ra. Ternyata sudah sejak usia 9 tahun Ra telah diawasi olehnya. Memastikan Ra tak bersentuhan dengan sisi lain. Tentu saja melalui si Hitam. Tapi sejak kejadian di lorong, keberadaan Ra diketahui, itu memicu semua sinyal di 4 klan. Sosok tinggi kurus itu muncul setiap malam di cermin Ra untuk melatih ‘bakat’ yang Ra miliki, meskiipun kedatangannya tak pernah menyenangkan. Ra bahkan hampir kehilangan si Putih. Si Hitam –yang berubah menjadi makhluk mengerikan- akan menerkam si Putih jika Ra tak kunjung menghilangkan sesuatu. Ra terdesak. Amarahnya meluap. Dan, Ra justru menghilangkan si Hitam.
Tak disangka, Ali tahu Ra kehilangan si Hitam, dia tahu Ra dan Seli mengerjakan pr bersama, Ra menghilangkan benda-benda di kamarnya. Tentu saja. Karena genius itu menyelundupkan bolpoin berisi alat penyadap ke dalam tas Ra dan meletakkan kamera di dalam kamar Ra saat kunjungannya bersama Seli. Bahkan ia meletakkan sensor di sudut-sudut sekolah sejak kejadian di lorong itu.
Siang harinya, rahasia itu terkuak. Siapa Ra, siapa Seli, siapa sosok itu, bahkan siapa Miss Keriting. Saat Ra dan Seli hendak makan siang, mereka melewati gardu listrik yang tengah diperbaiki. Tiba-tiba trafonya meledak begitu keras. Salah satu tiang listrik rontok. Kabelnya tercerabut bergerak liar ke arah mereka bak tentakel gurita. Tak disangka. Seli justru menangkap kabel bermuatan listrik itu. Letupan api membungkus badannya. Seli menghantamkan tangannya ke tanah, seluruh aliran listrik mengalir melewati tangannya masuk ke tanah. Lalu sebuah tiang listrik berderak di atas mereka. Tiang itu cukup untuk merobohkan tembok sekolah –apalagi hanya mereka-. Ra terdesak. Ia kembali melakukannya. Tiang itu lenyap. Sebelum mereka sempat menarik napas lega, Ali ternyata ada di belakang mereka, menyaksikan momen menakjubkan itu. Mereka bertiga segera pergi menuju aula sebelum orang-orang menemukan mereka.
Aula itu menjadi tempat permulaan meletusnya perang besar di bumi. Entah bagaimana, dari tembok aula muncul sebuah lorong hitam. Dari lorong itu muncul delapan orang membawa panji-panji. Perawakannya tinggi, kurus, wajahnya tirus, telinganya mengerucut, rambutnya merangggas dan bola matanya hitam pekat. Mereka mengenakan baju berwarna gelap. Persis seperti sosok yang muncul di cermin Ra. Dan, benar saja. Satu sosok muncul begitu saja di depan delapan orang itu. Mereka datang untuk menjemput Ra. Ra melawan, mencoba menghilangkan mereka. Tapi sia-sia. Perlawanan dari Ali dan Seli –yang mampu mengeluarkan petir sekalipun- juga tak ada gunanya. Saat hampir tak ada harapan, muncullah Miss Selena. Amat membingungkan. Bagaimana bisa guru matematika itu berdiri gagah melawan mereka. Dari pertemuan ini, terkuak bahwa, Seli adalah pewaris  Klan Matahari pertama yang berjalan di atas bumi, Ali seorang Klan Tanah –yang diangggap sebagai makhluk paling rendah diantara klan lainnya-. Sedangkan Ra adalah pewaris klan Bulan -termasuk Miss Selena dan Sosok itu- pertama yang dibesarkan di dunia tanah. Miss Selena adalah murid Tamus –sosok tinggi kurus yang berusia 1000 tahun-, namun Miss Selena berkhianat atas permusuhan yang diajarkan Tamus. Guru dan murid itu pun bertarung. Sesaat Miss Selena mampu menyelamatkan Ra, Seli dan Ali dengan memasukkan mereka ke dalam lubang hitam.

lalu, kemana lubang hitam itu menuju? bagaimana nasib Miss Selena? dan apa yang selanjutnya terjadi pada Ra, Seli dan Ali? nantikan kelanjutannya..

Sabtu, 03 Mei 2014

Resensi "Be Smart, Girl !"






Judul Buku      : Be Smart, Girl!
Penulis             : Fase Badriyah, S.K.M., M. Kes. dan Putti Bning Diati
Penerbit           : Gema Insani
Tahun Terbit    : 2004
Tebal                : 150 halaman

BUM-BATA-BUTI…
(Buka Mata, Buka Telinga, Buka hati)

Gema Insani kembali menghadirkan sebuah buku sekaligus kado untuk remaja yang galau akan perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Buku ini ditulis oleh Fase Badriyah ZM, seorang ibu rumah tangga sekaligus dosen tetap di  Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta. Latar belakang pendidikannya yang lain adalah Megister Kesehatan (M. Kes) Program Pasca Sarjana Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Selain itu penulis kedua adalah Putti Bning Diati yang merupakan nama pena dari Herlina YS. Gadis yang memiliki latar belakang pendidikan manajemen informatika ini tercatat sebagai karyawati sebuah penerbitan Islam di Bilangan Depok.
Latar Belakang pendidikan dan karir masing-masing penulis membuat buku ini memiliki kekhasan yang sangat kentara yakni adanya perpaduan antara pendidikan reproduksi dan pedoman cara bergaul dalam islam. Perpaduan ini membuahkan tema yang penting sekali untuk diketahui sebagai awal pemahaman tentang perilaku seksual bagi anak-anak yang baru menjadi remaja yakni kesehatan reproduksi.
Menjadi remaja adalah proses yang pasti terjadi yakni masa dimana “bayi kecil” mulai menemukan jati dirinya. Masa itulah yang dinilai sebagai masa yang paling indah bagi pelakunya. Namun bagi orang tua masa itu adalah masa yang menghawatirkan karena harus melepas anaknya ke belantara dunia yang liar sehingga mereka berpikir bahwa tetap mempertahankan kacamata proteksi masih sangat diperlukan. Ketidaksepahaman itulah yang membuat remaja mulai menjauh dari lingkungan keluarga menuju lingkungan barunya yang penuh warna. Sayangnya, diluar keluarga remaja sering tak peduli dengan pedoman hidup seperti apa yang layak menjadi referensi hidup. Saat inilah remaja sering mengalami kegalauannya. Membaca buku ini membuat pembaca akan menemukan informasi bimbingan bagi remaja muslimah yang sarat dengan pesan moral. Pembaca dibimbing agar membuka mata, hati dan telinga untuk menampung, menyaring, dan menyerap informasi dari lingkungan sekitar  sehingga akan memperkuat akhlakul karimah.
Perubahan psikis tersebut merupakan awal dari tanda pubertas. Pubertas adalah proses perubahan fisik (biologis dan psikis) manusia dari fase anak-anak menjadi dewasa yang berlangsung kurang lebih 3 sampai 5 tahun. Fase yang terjadi secara alamiah diciptakan Allah untuk memberikan kesempatan pada fisik untuk pematangan organ reproduksi manusia.
Masa pubertas merupakan masa yang unik karena pubertas merupakan masa pertumbuhan fisik yang pesat kedua sepanjang hidup setelah masa yang pertama yaitu masa balita. Selain itu tiap pelakunya akan mendapat pengalaman yang berbeda dari masa pubertasnya termasuk pengalaman menemukan jati diri sang pelaku.
Untuk menikmati keunikan masa pubertas, remaja harus mengetahui tanda-tanda pubertas, yaitu adanya perubahan fisik dan psikis. Perubahan fisik meliputi munculnya ciri kelamin primer dan sekunder. Selain perubahan fisik masa pubertas juga mencakup perubahan psikis yang membuatnya semakin unik. Dalam masa ini remaja selalu ingin menebar pesona diri khususnya kepada lawan jenis. Salah satu cara untuk tebar pesona yaitu harus “ngetop” dan dikenal banyak orang, bukan sekedar dikenal banyak orang tapi biasanya remaja akan menciptakan relasi sosial dan emosi yang lebih intens dengan teman mereka bahkan lebih intens dari keluarganya. Melalui buku ini pembaca akan merasa dituntun untuk menyelami tiap perubahan yang terjadi dalam dirinya saat menginjak remaja. Dengan uraiannya yang komunikatif, menggunakan bahasa gaul khas remaja beserta ilustrasi baik gambar dan kisah yang lekat dengan kehidupan remaja membuat buku ini sangat sulit untuk diidentifikasi kekurangannya. Sistematikanya yang runtut mulai dari pengenalan apa itu pubertas hingga seluk beluk mengenai organ reproduksi dipaparkan secara sederhana namun mengena. Semua itu menambah daya tarik buku ini sehingga pantas untuk dibaca oleh remaja muslimah.
 

Jumat, 02 Mei 2014

Sinopsis "KEMI: Cinta Kebebasan yang Tersesat"


Judul             : KEMI: Cinta Kebebasan Yang Tersesat
Pengarang     : Adian Husaini
Tahun Terbit  : 2010
Penerbit         : Gema Insani
Tebal             : 316 Halaman


Keputusan Kemi telah bulat untuk meninggalkan pesantren Minhajul Abidin. Dengan berbekal amanat Kyai Rais, sebuah nasihat agar memilih-milih teman dalam perantauan, Kemi pergi dengan meninggalkan teka-teki tentang motif kepergiannya. Kemi yang dulu membanggakan sistem pendidikan pesantren dan mengkritik sistem pendidikan formal di perguruan tinggi, kini justru berbalik. Kemi termakan tawaran Farsan yang juga alumnus pesantren Minhajul Abidin yang kini telah menjadi aktifis liberal. Tak butuh waktu lama, di Institut Studi Lintas Agama, tempat dimana Kemi kuliah, pemikiran Kemi mulai beradaptasi dengan konsep kebebasan, dan kesetaraan gender.
Kemi dan Rahmat -sahabatnya ketika di pondok- itu tetap menjalin silaturahim meski harus terpisah oleh ruang. Namun tak bisa dipungkiri, ideologi mereka sudah berbeda. Kemi kini menamakan dirinya muslim liberalis, dan Rahmat tetap setia pada Islam yang Rahmatan lil alamin.
Dari saling berkomunikasi itulah Kemi akhirnya menantang Rahmat agar bergabung dengan kelompoknya untuk membuktikan bahwa ia mampu bertahan dengan pendapatnya, meskipun bergaul dengan berbagai golongan agama. Rahmat pun menyanggupi setelah memohon pertimbangan dari Kyai Rais. Tak tanggung Kyai Rais telah mempersiapkan strategi untuk membuat Kemi kembali dengan perantara Rahmat. Rahmat dituntut untuk menguasai berbagai pemikiran liberalis dari berbagai buku agar bisa menandingi gagasan dari kaum liberalis yang telah dilatih dengan keras untuk berani mengungkapkan pemikirannya melalui media massa.
Menginjakkan kaki di Universitas Damai Sentosa, Rahmat mulai menelaah aplikasi konsep kesetaraan gender dimana Kemi begitu bebasnya mencandai teman perempuanya, Siti. Perempuan berkerudung tapi berbaju ketat ini sebenarnya anak seorang ulama di Jawa Barat. Namun orang tuanya tak mengetahui jika Siti selama ini menjadi aktifis liberal. Siti dan Roman, teman Kemi juga, begitu heran saat Kemi mengatakan bahwa Rahmat yang bukan santri biasa itu akan bergabung dengan mereka.
Rahmat langsung mengikuti kegiatan kampus. Di kelas Profesor Malikan terus bicara mengenai konflik antar umat beragama di Indonesia. Rahmat menyimak dengan baik semua pernyataan Prof. Malikan. Meskipun Rahmat seorang santri, namun ia sudah paham akan logika liberal yang tengah dimainkan dosennya itu. Disela-sela pembicaraan terjadi perbantahan antara Rahmat dan Prof. Malikan. Rahmat anak kampung yang baru hari itu secara resmi menjalani kuliah benar-benar berani telah “menguliti” logika-logika Prof. Malikan hingga seolah sang dosen tak berkutik lagi.
Kesan sebagai pemuda yang pandai, berani dan dapat dipercaya itulah yang mengantarkan Siti pada sebuah pengakuan bahwa Siti ingin bertobat. Siti tengah dilanda dilema. Siti menyadari bahwa dirinya telah berdosa pada orang tuanya dan umat Islam karena telah menyebarkan pemikiran-pemikiran yang salah. Namun disisi lain rasanya Siti tak mampu keluar dari keadaan, ia telah terjerat. Dan kini siti meminta Rahmat untuk membantunya bertobat. Rahmat tidak menolaknya. Justru ini adalah kesempatan emas bagi Rahmat untuk melacak lebih dalam siapa Siti dan siapa saja orang dibalik semua ini.
Tingkah Rahmat tak hanya berhenti pada membuat Prof. Malikan tak berkutik di depan mahasiswa. Namun Rahmat juga membantah habis-habisan pemikiran dari Kyai Dulpikir yang menurut dia telah sembarangan dalam menafsirkan Al Qu’ran dan telah memfitnah Ulama. Hingga akhirnya kabar yang menghebohkan media masa itu pun muncul bahwa Kyai Dulpikir Meninggal dunia beberapa saat setelah berdebat dengan Rahmat dikarenakan serangan jantung. Kejadian ini menandai hampir berhasilnya misi Kyai Rais dan Rahmat. Nyawa Rahmat terancam, Kyai Rais meminta Ahmad Petuah, redaktur Koran Indonesia Jaya untuk mengamankan Rahmat di kantornya.
Ditempat lain Kemi berada pada posisi terancam. Misi Kemi untuk menjebak Rahmat sudah gagal. Disini Kemi baru menyadari jika selama ini dirinya, Siti, dan Farsan hanya dimanfaatkan oleh sindikat kriminal pembobol dana asing untuk proyek ‘penjinakan islam’ yang tengah dilancarkan Negara-negara barat melalui para intelektual studi islam agar proyek itu diterima oleh umat Islam guna liberalisasi di Indonesia. Dan sebagai ganjarannya, Kemi dipukuli hingga pingsan oleh beberapa “teman”nya yang ternyata juga anggota sindikat tersebut.  
Inilah akhir dari kisah mereka. Sindikat pembobol dana asing tersebut telah ditangani pihak berwajib. Kemi berakhir di Rumah Sakit Jiwa, karena ia telah kehilangan hampir semua memori di otaknya. Siti yang terpesona oleh kesalehan dan kecerdasan Rahmat, akhirnya sadar dan bertobat, kembali ke orang tua dan pesantrennya. Namun kecintaan Siti dan Rahmat pada dunia pendidikan dan dakwah membawa mereka pada keputusan pahit: sepakat untuk berpisah dan tidak mengikatkan diri dalam satu tali perkawinan, meskipun mereka saling mencinta. 

nantikan sinopsis serial kedua dari KEMI ya ..

 

Sinopsis "Mengenal Al Ghazali"



Judul                 : Mengenal Al Ghazali for teens
Penulis               : Himawijaya
Penerbit             : Mizan
Cetakan             : 1, 2004
Tebal                 : 183 Halaman

Al Ghazali, merupakan tokoh yang banyak dikenal di dunia Islam bahkan di kalangan ilmuan barat. Namun Al Ghazali juga merupakan tokoh kontroversial. Sufi yang dikenal dengan nama latin Algazel ini terkenal sebagai sufi yang anti filsafat melalui kitab karyanya Tahafutul Falasifah (Kerancuan Filsafat). Kontroversi seputar karya-karya Al Ghazali adalah pada penggunaan hadis-hadis lemah, dhaif, bahkan palsu. Terlepas dari kontroversi terhadap karya-karyanya, Al Ghazali telah berhasil dalam beberapa hal , terutama memunculkan tasawuf  bersyariat.
Al Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Al Ghazali. Ia lahir di Thus, Persia (wilayah Iran sekarang), pada 1058 M, dari keluarga sederhana, Ayahnya meninggal saat ia dan adik laki-lakinya, Ahmad, masih kanak-kanak. Sebelum wafat, ayahnya berwasiat kepada sahabatnya, seorang sufi agar mendidik kedua anaknya dengan pengetahuan agama. Tapi kekayaan ayahnya tak terlalu banyak. Sedangkan sang sufi tak mampu lagi membiayai mereka. Sehingga, Al ghazali yang saat itu berumur tujuh tahun, beserta adiknya, melanjutkan pendidikannya ke madrasah hingga akhirnya Al ghazali pergi ke Jurjan untuk mempelajari fiqh selama 5 tahun. Al Ghazali kemudian melanjutkan studinya ke Madrasah Nizamiyah di Nisyapur untuk belajar ilmu Kalam, Filsafat, Logika, dan Dialektika setelah sebelumnya selama tiga tahun tinggal di kota kelahirannya untuk mengendapkan ilmu yang telah ia dapat. Al Ghazali lalu memutuskan pergi menuju kampus Nizamul Al-Mulk. Setelah enam tahun tinggal akhirnya dia ditawari jabatan guru besar di pusat Madrasah Nizamiyah di Baghdad. Semenjak itu Al Ghazali memilki reputasi yang bagus sebagai seorang guru besar di bidang ilmu keagamaan dan sebagai penulis. Pada usianya ke-38, Al Ghazali mengalami krisis spiritual. Ia berusaha mencari apa itu “kebenaran yang hakiki”. Ia meragukan fungsi akal seperti yang selama ini ia jumpai penggunaannya di kalangan ahli kalam dan para filsuf dalam menggapai kebenaran  tentang Tuhan. Al Ghazali jatuh sakit dan berhenti dari kegiatan mengajar, akhirnya ia memutuskan untuk mengembara. Melalui pengembaraan itulah Al Ghazali berkenalan dengan tasawuf dan menulis Ihya’ Ulumuddin. Setelah sepuluh tahun pengembaraan pada tahun 1104 M ia kembali ke Baghdad untuk tetap mengajar dan menulis dengan cara hidup sebagai seorang sufi. Hingga akhirnya ia wafat di kota kelahirannya pada bulan desember 1111 M.
Tasawuf  merupakan jalan yang paling benar dalam menggapai kebahagian hakiki menurut perspektif Al Ghazali. Menurutnya, jalan yang ditempuh oleh para sufi adalah jalan “pengalaman”, merasakan bagaimana lezatnya beragama, merasakan pertemuan dan kedekatan dengan Allah. Bukan seperti para ahli kalam yang berkutat dengan logika dalam membuktikan adanya Allah. Sehingga yang menjadi kunci tasawuf adalah batin. Hal itu selaras dengan konsep utama tasawuf yakni man’arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu, barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya. Sedangkan langkah pertama menuju pengetahuan tentang diri adalah menyadari bahwa diri terdiri atas dua bagian yakni jasad dan nafs atau jiwa.
Al Ghazali adalah seorang yang telah berjasa meletakkan kembali tasawuf dalam pagar syariat, menerangkan secara gamblang hubungan antara keduanya. Tidak seperti anggapan tentang tasawuf selama ini bahwa mereka yang telah mencapai hakikat tak lagi membutuhkan syariat. Ia telah membawa ajaran tasawuf yang berbasis syariat.
Tasawuf dalam memandang dunia hanyalah sebagai hal yang memiliki nilai rendah yang dapat mempengaruhi hati untuk lalai dari tujuan akhir yaitu akhirat. Sedangkan tasawuf dalam memandang Iman menurut Al Ghazali mempunyai tiga tingkatan. Tingkatan pertama, keimanan orang awam yang bersandar pada taklid semata. Tingkat kedua, Iman mutakallimin yaitu keimanan seperti para ahli kalam dan filsuf yang di dasarkan pada logika. Tingkat ketiga, imannya orang arifin, yakni menyaksikan apa yang dipercayainya secara langsung.
Semua yang telah Al Ghazali paparkan tak hanya sekedar ilham yang diperoleh secara singkat, namun melalui proses pencarian kebenaran yang hakiki. Berangkat dari sebuah keraguan akan ajaran-ajaran yang ada, Al Ghazali menelaahnya satu persatu hingga akhirnya ia sampai pada kesimpulan bahwa tasawuf adalah jalan yang paling benar. Sedangkan cara manusia untuk mencapai pengetahuan yang benar (epistemology) dapat melalui beberapa perangkat. Diantaranya adalah indra dan logika. Namun disisi lain, agama banyak melibatkan hal-hal non fisik yang tidak mudah untuk dijelaskan secara logika. Sehingga Al Ghazali menyimpulkan bahwa pengetahuan tentang segala sesuatu, Allah, kenabian, dan alam gaib hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh batin.

Semenjak dulu cara pandang terhadap  manusia itu terbagi menjadi dua. Golongan pertama beranggapan bahwa esensi manusia bukanlah pada tubuh, melainkan pada jiwanya. Golongan kedua beranggapan bahwa esensi manusia justru terletak pada tubuhnya. Sedangkan Al Ghazali termasuk dalam golongan pertama yang berfokus masalah batin manusia. Aspek batin menjadi bagian dari spiritualitas yang sebenarnya dari manusia. Karena spiritual sendiri menunjukkan suatu keadaan yang tidak bisa diindrai oleh tubuh kita yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Hati menurut perspektif Al Ghazali merupakan perasaan jiwa yang arahnya kepada pengetahuan tentang Allah. Meskipun dalam struktur diri manusia, letak hati berada di persimpangan antara alam dimana terdapat dengan jelas petunjuk mengenai Allah dan alam yang mengarah kepada jasad. Sekarang tinggal bagaimana manusia senantiasa membersihkan hati agar ilham yang terbaca adalah berasal dari petunjuk Allah, agar tingkah laku yang diatur oleh hati pun menjadi baik.
Dalam literatur tasawuf, antara Allah dan manusia terdapat hijab-hijab berupa tingkatan alam. Bila para Sufi memisalkan Allah sebagai sumber cahaya, maka akan menimbulkan intensitas cahaya yang berbeda mulai dari yang paling gelap hingga mendekati terang. Dunia atau alam kebendaan adalah alam yang paling gelap, disebut dengan Alam Al-Mulk wa Al-Syahadah. Yang paling terang adalah alam ruh. Sedangkan pertengahannya adalah alam malakut.
Alam malakut merupakan alam dimana pengalaman spiritual manusia terjadi seperti mimpi bertemu dengan para wali dan para Nabi. Terbukanya alam malakut bisa dalam keadaan tidur atau terjaga. Namun dalam keadaan terjaga alam malakut akan lebih sulit terbuka kecuali jika hati sudah benar-benar kosong dari semua hal kecuali Allah SWT.
Alam syahadah disebut juga sebagai penghalang dan hijab bagi manusia dalam menempuh perjalanan menuju Tuhannya, sekaligus ia menjadi tangga yang mengantarkan kesadaran kepada pemahaman terhadap Allah melalui ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaranNya yang telah terbentang diseluruh alam semesta ini, meskipun di alam syahadah ini jejak Allah tak begitu nyata jika dibandingkan dengan alam malakut. Karena alam syahadah adalah salinan tak sempurna dari alam malakut.